Count down the days for their last day on kitchen! This guys one of my reason still survive on my job training! Gonna miss them so much😘😢😥 – with agil , ika , and devi

View on Path

Advertisements

New Journey!

Haaaaa… saya sadar betapa lamanya saya gak pernah update di blog saya ini hahaha

But, finally keinginan saya nulis datang! Setelah melewati berbagai macam kejadian beberapa bulan terakhir ini.

Postingan terakhir, saya berjanji untuk mengulas tentang dunia perkuliahan saya. It’s mean, my new world lah bisa dibilang.

Setelah melewati ujian-ujian yang bisa ditempuh, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba di sebuah Akademi. Jalur yang saya ambil ini sangat jauh dari bidang yang saya ambil pada saat SMA dulu. Saya melanjutkan studi saya di “Akademi  Pariwisata Negri Medan”  biasa disebut “AKPAR”. Karena masih berupa akademi, jenjang pendidikan yang saya ambil adalah D3 jurusan Manajemen Patiseri. Pernah dengar?

So, kuliah saya ini di bidang kuliner dan lebih concern ke Pastry and Bakery atau kue dan roti. Memang masih satu jalur dengan Tata boga, tapi kalo pastry ini lebih ke spesifiknya. Keputusan buat ambil jurusan ini juga salah satu saran dari orang tua. Teringat postingan saya tahun lalu tepat sebelum pengumuman UN, saya menceritakan hobby yang menjadi passion saya yaitu memasak. Nah, setelah itu saya kepikiran buat benar-benar menjadikan hobby saya ini sebuah kegiatan masa depan saya.

Tepat di tahun 2013 kemarin saya memulai perkuliahan. Dengan semangat yang mengebu mulai mengeksplor dunia pastry dan bakery. Banyak hal-hal unik yang saya temui. Ternyata bukan hanya ilmu science yang membutuhkan konsentrasi  dan keakuratan, pastry pun begitu. Dosen saya selalu berkata, “Pastry ini ilmu pasti. Berapa dan bagaimana yang kamu takar bisa kamu lihat dihasilnya.”

Sekarang saya sudah berada di semester ke tiga, bertepatan dengan jadwal Job Training atau Praktik Kerja Nyata dari kampus. Setiap mahasiswa wajib menjalani masa job training selama enam bulan di hotel atau pun instansi yang telah menjalin kerja sama dengan pihak kampus. Saya memilh Medan sebagai lokasi job training saya dan ditempatkan di Grand Aston City Hall Medan.

Disinilah saya menjalani bagaimana kenyataan pekerjaan yang saya hadapi nantinya. Bertemu dengan orang-orang baru, cara kerja baru, resep-resep baru, dan banyak lagi.

Banyak staf yang menginspirasi saya, salah satunya Jr. Sous Chef di GACH yaitu bapak Pamadi Wira Pamungkas, panggilan akrabnya pak Wira. Saya mengenal beliau sebelum saya bergabung di Aston. Beliau salah satu dosen carving di kampus saya. Expert di bidang carving alias ukir-mengukir. Mulai dari es, buah-buahan, hingga butter. Saya serig sharing dengan beliau, entah itu tentang dunia cookery, pastry dan banyak lagi. Obrolan saya dengan beliau pasti selalu seru, topik yang beliau cetuskan selalu membuat saya berpikir lebih luas. Nasihat-nasihat, trik, cara kerja, dan masih banyak lagi yang beliau berikan pada saya. “Kita itu sekarang harus berpikiran lebih maju. Fasilitas yang kamu punya itu harus lebih dimanfaatkan. Mau cari informasi apa, kamu? Semua ada di internet. Tinggal kamu mengasah hard-skill dan soft-skill kamu. Itu caranya kalo mau jadi seorang Chef.” Kata-kata beliau yang selalu memotivasi.

Makin saya berkecimpung disini, semakin banyak pula hal-hal yang membuat saya takjub dan Maha Besar Allah Azza wa Jalla, yang mengatur takdir saya untuk bertemu orang-orang hebat untuk mengambil ilmunya. Tidak pernah ada kata puas, harus selalu ada challenge ke diri sendiri untuk menggali ilmu dan expert di bidang ini.

Sekian cuap-cuap saya kali ini, see you on the next post!

Like a flashback movie. An event four years ago, now exactly happening again. On same month and similiar person.. idk what sign for this situation…😱

View on Path